Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan - Penentuan Segmen Usaha

                               Segmentasi Pemasaran Usaha


Jenis Usaha:
Lembaga Pendidikan Non formal  (Bimbingan Belajar)

Nama Lembaga Pendidikan:
Bimbingan Belajar  “INTELLIGENT”
*  Independent= mandiri
*  Diligent= rajin
*  Achievement= prestasi
*  Be a great student= menjadi siswa yang baik

Segmen Pasar:
Di dalam suatu usaha atau bisnis apapun, kita sebagai produsen atau perusahaan melakukan kegiatan yang dinamakan targeting dan segmentasi pasar, atau pengklasifikasian dan membagi-bagi target atau sasaran pemasaran berdasarkan klasifikasi aspek tertentu yang mempengaruhinya. Begitu pula dengan Bimbingan Belajar “INTELLIGENT”, yang bergerak dalam lembaga pendidikan non formal.
Dalam melakukan segmentasi pasar ini, terdapat beberapa aspek yang diperhatikan, yaitu mengidentifikasi apa yang menjadikan dasar dalam melakukan segmen pasar tersebut, hal ini dapat dilihat dengan cara melihat beberapa segmen diantaranya Geographic Segmentation (segmentasi geografi), Demografic Segmentation (segmentasi demograsi), dan Psychografic Segmentation (segmentasi psikografi).

Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan - Reportase 4

Menganalisis Segmentasi dan Targeting Pasar Jasa Pendidikan


Jakarta, Rabu 23 Maret 2011. Pada pertemuan (ke empat) perkuliahaan ini, dosen kami Pak Amril Muhammad, SE., M.Pd  membahas mengenai segmentasi dan targeting pasar jasa pendidikan.
            Segmentasi dan targeting suatu produk atau jasa dapat dilakukan pada suatu tempat dinamakan ‘pasar’. Pasar bukan hanya sekadar tempat bertemunya antara pembeli dengan penjual yang melakukan transaksi karena telah adanya kesepakatan. Sebetulnya prinsip dasar  pasar adalah tempat bertemunya pembeli potensial dengan penjual atau penyedia barang dan jasa. Terdapat 3 hal atau jenis pemasaran di dalam pasar, yaitu:
    h   Mass Marketing, merupakan penjualan yang besar, atau secara besar-besaran. Contohnya seperti yang dilakukan pada saat Pekan Raya Jakarta (PRJ), dimana terdapat banyak produk yang dijual, serta banyak pula konsumennya. Mass Marketing juga bisa disebut sebagai perusahaan yang memproduksi banyak produk, biasanya harga produk yang dijual tidak terlalu mahal, contohnya perusahaan Coca Cola.
    h   Product Variety Marketing, merupakan pemasaran produk harus memiliki produk tambahan atau adanya variasi yang terdiri dari adanya features, style, size, kualitas, dan lain-lain agar lebih menarik.
    h   Market Segmentation, membagi atau memecah pasar (kelompok calon pembeli) yang dibuat menjadi beberapa perbedaan dilihat dari kebutuhan, karakteristik, dan perilakunya.

Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan - Pembuatan Usaha


Tenri Dian Astari
1445096094
Manajemen Pendidikan
Non Reguler 2009

Jenis usaha:

Lembaga Pendidikan Non formal  (Bimbingan Belajar)

Nama usaha:

Bimbingan Belajar  “INTELLIGENT”

- Independent= mandiri

- Diligent= rajin

Achievement= prestasi

- Be a great student= menjadi siswa yang baik



Alasan:

Dilihat dari kondisi yang terjadi di kehidupan saat ini bahwa banyak orang tua yang terlalu sibuk dalam bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Tidak jarang mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di luar atau di lingkungan pekerjaannya dibandingkan berada di rumah. Banyak dampak yang akan timbul dari kejadian tersebut, salah satunya ialah kurangnya perhatian yang diberikan kepada anak, maupun dalam memenuhi segala kebutuhannya. Salah satu kebutuhan anak yang terpenting adalah masalah pendidikan. Jika sudah seperti itu, biasanya para orang tua akan menyerahkan seluruh kebutuhan pendidikan anak kepada pihak sekolah, karena mereka percaya pihak sekolah akan memberikan seluruh kebutuhan pendidikan dan pembelajaran semaksimal mungkin. Padahal yang kita tahu, waktu anak berada di sekolah justru lebih sedikit dibandingkan saat berada di rumah. Itu berarti apa yang diberikan oleh sekolah terbatas oleh waktu. Seharusnya apa yang sudah diberikan di sekolah yang disebut pendidikan formal, maka harus dipelajari kembali dan diperdalam di lingkungan rumah oleh keluarga dan masyarakat yang disebut pendidikan informal. karena keterbatasan itulah maka tidak sedikit anak-anak atau peserta didik yang selalu mendapatkan hasil belajar yang kurang maksimal ketika proses pembelajaran berlangsung di sekolah. Untuk itu saya ingin mendirikan suatu bimbingan belajar yang diperuntukkan bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), yang bertujuan untuk membantu para peserta didik dalam memperdalam apa yang telah didapatkan di sekolah, mengembangkan kemampuan mereka secara lebih luas, serta menjadikan mereka menjadi siswa yang unggul di sekolah. Selain itu untuk mempersiapkan mereka secara matang ketika mereka akan menghadapi ujian yang diadakan di sekolah.

Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan - Reportase 3

Menganalisis Lingkungan Organisasi Pendidikan

Rabu, 16 Maret 2011. Pada pertemuan ke tiga kali ini akan membahas mengenai Analisis Lingkungan Organisasi Pendidikan.
Organisasi merupakan suatu wadah yang berisi oleh sekumpulan orang atau kelompok yang saling bekerja sama untuk mecapai suatu tujuan tertentu. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi jalannya suatu organisasi, termasuk organisasi pendidikan, salah satunya adalah faktor lingkungan.  Lingkungan adalah segala sesuatu hal yang berkaitan dan berhubungan langsung dengan kehidupan keseharian makhluk hidup. Dalam mencapai tujuan organisasi, maka organisasi tersebut juga melakukan kegiatan pemasaran unutk menjaga eksistensi dan keberadaan organisasi tersebut. Di dalam melakukan kegiatan pemasaran pun terdapat lingkungan pemasaran yang mempengaruhinya. Lingkungan pemasaran adalah pelaku dan kekuatan-kekuatan di luar pemasaran yang berdampak pada kemampuan mengelola pemasaran untuk mengambangkan dan menjaga transaksi dengan pelanggan agar dapat berlangsung dengan lancar.
Lingkungan pemasaran terdiri dari dua, yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
1.      Lingkungan internal, yaitu berbagai hal yang terkait dan terdapat di dalam pemasaran itu sendiri yang berkaitan dengan manusia (SDM), kebijakan, leadership (kepemimpinan), reward system (system penghargaan), culture (budaya).
a.      Manusia (SDM), jika berbicara mengenai manusia, maka yang prlu dilihat dan diperhatikan dari manusia itu ialah:
-          Kompetensi yang dimilikinya, yaitu sejauh mana ia mampu melaksanakan dan menyelesaikan apa yang diberikan atau ditugaskan kepadanya.
-          Placement (penempatan), “Right man in the right place”, dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa penempatan haruslah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang agar dapat mempengaruhi kinerjanya menjadi lebih baik lagi. Placement atau penempatan seseorang haruslah memperhatikan kompetensi serta karakteristik yang dimiliki oleh individu tersebut.
-          Promotion (promosi), yaitu adanya kenaikan jabatan, kenaikan pangkat, agar individu tersebut mendapat motivasi untuk mencapai suatu tujuan dan target baru yang lebih tinggi.

Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan - Reportase 2

Konsep Dasar  Jasa di dalam Manajemen Pemasaran Jasa
            

           Seiring dengan semakin berkembangnya kebutuhan manusia, semakin berkembang pula permintaan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan individu tersebut. Kebutuhan itu tidak hanya sekadar berupa produk (barang) saja, melainkan juga berupa jasa.
            Apakah itu jasa? Jasa merupakan suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan yang dilakukan, dimana terjadi suatu proses interaksi antara manusia maupun mesin, yang disediakan untuk memuaskan pelanggan. Misalnya pelayanan jasa pada tol, jika dulu proses pembayaran hanya dilakukan secara manual oleh manusia, namun kini pelayanan tersebut dipermudah dengan adanya e-toll card yang bertujuan untuk mempersingkat waktu ketika melakukan pembayaran di tol tanpa harus berlama-lama dan mengurangi kemacetan saat pembayaran. Contoh lainnya yaitu saat melakukan transaksi di bank, pelanggan terlebih dahulu diharuskan untuk mendatangi teller di bank. Namun kini telah diciptakan cara yang lebih efektif dan efisien yaitu dengan penyediaan ATM, dimana pelanggan dapat melakukan transaski baik penarikan tunai maupun transfer dengan lebih praktis tanpa harus mengantri atau melalui teller terlebih dahulu. Dari kedua contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa industri jasa selalu berusaha untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan semaksimal mungkin serta melakukan pembaharuan-pembaharuan yang bertujuan agar pelanggan mereka merasa terpuaskan dengan apa yang mereka tawarkan. Namun tidak semua manusia merasa senang atau terpuaskan dengan adanya inovasi tersebut, ada sebagian kalangan yang merasa biasa saja dengan adanya layanan e-toll card, karena sebagian mereka tidak setiap saat menggunakan jalan tol, sehingga inovasi tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi mereka, untuk itu pelayanan jasa tetap memberlakukan proses pembayaran tol yang secara manual, karena setiap individu memiliki kebutuhan dan rasa kepuasan yang berbeda-beda.