Konsep Dasar Jasa di dalam Manajemen Pemasaran Jasa
Seiring dengan semakin berkembangnya kebutuhan manusia, semakin berkembang pula permintaan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan individu tersebut. Kebutuhan itu tidak hanya sekadar berupa produk (barang) saja, melainkan juga berupa jasa.
Apakah itu jasa? Jasa merupakan suatu aktivitas atau serangkaian kegiatan yang dilakukan, dimana terjadi suatu proses interaksi antara manusia maupun mesin, yang disediakan untuk memuaskan pelanggan. Misalnya pelayanan jasa pada tol, jika dulu proses pembayaran hanya dilakukan secara manual oleh manusia, namun kini pelayanan tersebut dipermudah dengan adanya e-toll card yang bertujuan untuk mempersingkat waktu ketika melakukan pembayaran di tol tanpa harus berlama-lama dan mengurangi kemacetan saat pembayaran. Contoh lainnya yaitu saat melakukan transaksi di bank, pelanggan terlebih dahulu diharuskan untuk mendatangi teller di bank. Namun kini telah diciptakan cara yang lebih efektif dan efisien yaitu dengan penyediaan ATM, dimana pelanggan dapat melakukan transaski baik penarikan tunai maupun transfer dengan lebih praktis tanpa harus mengantri atau melalui teller terlebih dahulu. Dari kedua contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa industri jasa selalu berusaha untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan semaksimal mungkin serta melakukan pembaharuan-pembaharuan yang bertujuan agar pelanggan mereka merasa terpuaskan dengan apa yang mereka tawarkan. Namun tidak semua manusia merasa senang atau terpuaskan dengan adanya inovasi tersebut, ada sebagian kalangan yang merasa biasa saja dengan adanya layanan e-toll card, karena sebagian mereka tidak setiap saat menggunakan jalan tol, sehingga inovasi tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi mereka, untuk itu pelayanan jasa tetap memberlakukan proses pembayaran tol yang secara manual, karena setiap individu memiliki kebutuhan dan rasa kepuasan yang berbeda-beda.
Untuk itu pelayanan dalam jasa harus memperhatikan beberapa hal dalam memberikan pelayanan terhadap para pelanggannya, yaitu:
- Kemasan, kemasan dalam jasa menjadi salah satu alasan penting dalam pemberian pelayanan jasa agar dapat menarik perhatian pelanggan.
- Produsen jasa harus pandai dalam memilih segmen yang tepat bagi para konsumennya.
- Karena jasa bersifat abstrak, maka jasa harus diberikan beberapa tambahan yang dapat dilihat atau dirasakan pelanggan sehingga mereka yakin untuk menggunakan jasa yang ditawarkan, diantaranya:
h Tambahan dari segi fisik, untuk membuktikan kualitas suatu jasa, maka perlu adanya tambahan dari segi fisik. Contohnya dalam jasa pendidikan, untuk menunjukkan kualitas dari pendidikan tersebut maka didukung dengan pembangunan bangunan (fisik) sekolah dilengkapi dengan fasilitas yang berkualitas.
h Tambahan dari segi sumber daya (orang), kualitas jasa suatu sekolah tidak cukup hanya dengan dilengkapi dengan bangunan serta fasilitas lengkap dan memadai, maka ditambahkan dengan sumber daya (orang) seperti kepala sekolah, guru, tenaga tata usaha, dll yang berkompeten dan berkualitas.
Untuk itu, di dalam pemberian pelayanan jasa terhadap pelanggan sangatlah tidak mudah, pemberi jasa harus dapat melihat secara cepat apa saja yang tengah dibutuhkan oleh masyarakat, agar mereka dapat memberikan pelayanan sebaik mungkin sehingga masyarakat percaya dan puas terhadap jasa yang diberikan. Beberapa kunci sukses dalam bisnis jasa yaitu:
h Melakukan renewing (pembaharuan), yaitu proses pembaharuan terhadap setiap jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Sebelum melakukan pembaharuan, penyedia jasa dapat melakukan survey terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang tengah dibutuhkan oleh konsumen. Contohnya, banyak bank yang melakukan pembaharuan dalam pemberian pelayanan jasanya. Dulu bank hanya sebagai penyedia jasa bagi nasabah yang ingin menabung, namun sekarang bank menambah layanannya seperti pengadaan deposito, tabungan haji, tabungan anak, tabungan qurban, dll.
h Localizing service point system (titik lokasi pelayanan), yaitu memberikan pelayanan pada tempat dan dengan cara yang dirasa strategis bagi pelanggan. Contohnya penyebaran penyediaan ATM ditempat-tempat keramaian atau sering dikunjungi, pendirian mini market dan restoran fast food di tempat-tempat strategis, yang bertujuan agar pelanggan lebih mudah menjangkaunya dan kepuasan yang didapat oleh pelanggan lebih besar.
h Laverage contract, yaitu adanya kesepakatan atau kejelasan antara pemberi jasa dengan pelanggan. Contohnya penawaran card member oleh pemberi layanan jasa kepada pelanggan, dimana pemberi layanan akan menjabarkan keuntungan yang akan didapatkan jika pelanggan memiliki card member tersebut, sehingga terjadi kesepakatan dengan pelanggan setelah mereka menjadi member.
h Power of Information, yaitu memanfaatkan kekuatan informasi semaksimal mungkin. Misalnya pemberi layanan jasa mempromosikan pelayanannya melalui media-media yang tersedia (media cetak, internet, iklan, dll) semaksimal mungkin, sehingga cakupan pemasaran menjadi lebih luas.
h The strategic value, yaitu menggunakan nilai-nilai yang strategis demi meyakinkan pelanggan atau disebut Strategic bussines. Contohnya bagaimana penyedia layanan jasa mempengaruhi pelanggan untuk mau bergabung sebagai member dengan menawarkan beberapa keuntungan yang ditandai dengan kepemilikian card member.


1 komentar:
salam kenal. makasih ya, postingannya ngebantu banget buat nambah2 materi.. hhehe
Posting Komentar