Menganalisis Segmentasi dan Targeting Pasar Jasa Pendidikan
Jakarta, Rabu 23 Maret 2011. Pada pertemuan (ke empat) perkuliahaan ini, dosen kami Pak Amril Muhammad, SE., M.Pd membahas mengenai segmentasi dan targeting pasar jasa pendidikan.
Segmentasi dan targeting suatu produk atau jasa dapat dilakukan pada suatu tempat dinamakan ‘pasar’. Pasar bukan hanya sekadar tempat bertemunya antara pembeli dengan penjual yang melakukan transaksi karena telah adanya kesepakatan. Sebetulnya prinsip dasar pasar adalah tempat bertemunya pembeli potensial dengan penjual atau penyedia barang dan jasa. Terdapat 3 hal atau jenis pemasaran di dalam pasar, yaitu:
h Mass Marketing, merupakan penjualan yang besar, atau secara besar-besaran. Contohnya seperti yang dilakukan pada saat Pekan Raya Jakarta (PRJ), dimana terdapat banyak produk yang dijual, serta banyak pula konsumennya. Mass Marketing juga bisa disebut sebagai perusahaan yang memproduksi banyak produk, biasanya harga produk yang dijual tidak terlalu mahal, contohnya perusahaan Coca Cola.
h Product Variety Marketing, merupakan pemasaran produk harus memiliki produk tambahan atau adanya variasi yang terdiri dari adanya features, style, size, kualitas, dan lain-lain agar lebih menarik.
h Market Segmentation, membagi atau memecah pasar (kelompok calon pembeli) yang dibuat menjadi beberapa perbedaan dilihat dari kebutuhan, karakteristik, dan perilakunya.
Dalam melakukan segmentasi pasar, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu
h Mengidentifikasi apa yang menjadikan dasar dalam melakukan segmen pasar tersebut, hal ini dapat dilihat dengan cara melihat beberapa segmen dari:
1. Geographic Segmentation, yaitu membagi segmen pasar menjadi:
a. Nation, yaitu melihat suatu segmen dari sebuah Negara, apakah mau dipasarkan di dalam atau di luar negeri.
b. State, yaitu melihat suatu segmen dari aturan-aturan yang ada atau diterapkan disuatu Negara. Misalnya produsen yang akan memasarkan pakaian tanpa penutup aurat bagi perempuan di Negara Arab, hal itu tidak dapat dilakukan karena Negara tersebut memiliki aturan bahwa setiap perempuan harus mengenakan pakaian yang menutup auratnya.
c. Region, yaitu melihat suatu segmen dari sebuah wilayah yang akan dituju.
d. Cities , yaitu melihat suatu segmen dari sebuah kota, karena segmen kota lebih mudah dijangkau, lebih mudah menentukan segmen konsumen dibandingkan di desa.
2. Demografic Segmentation, yaitu membahi dan melihat segmen pasar berdasarkan:
a. Usia, dimana pemasaran suatu produk baik barang ataupun jasa harus memperhatikan segmen yang dituju berdasarkan usia, misalnya penyediaan jasa pendidikan untuk anak usia 3-5 tahun maka disebut pendidikan PAUD, sedangkan usia 5-6 tahun disebut Taman Kanak-Kanak dan lain sebagainya.
b. Gender atau jenis kelamin. Pasar perlu memperhatikan segmennya berdasarkan gender atau jenis kelamin. Karena terdapat karakteristik yang berbeda antara jenis kelamin perempuan dengan laki-laki. Contohnya produk pakaian antara laki-laki dan perempuan memiliki selera dan jenis pakaian yang pasti berbeda.
c. Family Size, dimana penentuan segmen pasar dilihat dengan banyaknya jumlah anggota keluarga yang ada. Misalnya produk mobil APV, ia menunjuk segmen pasar produknya kepada keluarga yang beranggotakan banyak orang, sehingga ia memproduksi mobil dengan ukuran besar agar dapat dinikmati oleh seluruh keluarga.
d. Family Lifecycle, suatu produsen atau perusahaan tidak hanya memeperhatikan suatu segmen pasar dari satu aspek saja, melainkan juga harus memperhatikan pihak-pihak lain yang dapat terkait dengan segmen tersebut. Contohnya McDonald’s yang awalnya hanya menyediakan makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak, sehingga orang tua yang ikut mengantar tidak bisa ikut menikmati makanan tersebut karena merasa tidak sesuai dengan usia mereka. Maka dari itu, kini McDonald’s menyediakan makanan yang dapat dikonsumsi oleh seluruh keluarga ketika mereka berkunjung kesana.
e. Income, dilihat dari berapa jumlah gaji atau pendapatannya.
f. Ocupation, dilihat dari kedudukan atau jabatannya di dalam pekerjaan.
g. Religion, melihat segmen pasar dari agama atau kepercayaannya.
h. Pendidikan.
i. Ras.
3. Psikografis, menjadikan atau membagi-bagi segmen pasar dilihat dari beberapa hal, yaitu:
a. Sosial, terbagi menjadi beberapa kelas, seperti kelas bawah, menengah, atas, dll.
b. Lifestyle, merupakan gaya hidup yang biasa dimiliki oleh tiap-tiap orang, dan biasanya berbeda satu sama lain.
c. Personality, kepribadian yang dimiliki oleh seseorang.
d. Behavior, perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang, dapat perilaku baik ataupun jahat.
e. Benefit, manfaat yang dapat diberikan. Hal ini dapat dilihat dari kualitas, layanan, yang ditunjukkan oleh produsen atau perusahaan.
f. Status penggunaan
g. Intensitas penggunaan
h. Loyalitas
i. Kesiapan konsumen:
- Bagaimana raut muka yang ditunjukkan oleh konsumen. Dari situ dapat dilihat apakah ekspresi yang menyenangkan ataupun tidak dalam menanggapi produk yang kita tawarkan.
- Antusias konsumen
- Tipe positif atau negative
h Mengembangkan profil segmen tersebut, hal ini dapat dilakukan berdasarkan:
- Programmer buyer: disesuaikan dengan keadaan atau momentum
- Relationship buyer: karena adanya suatu hubungan
- Burgent hunter: biasanya para konsumen akan memburi suatu produk dengan harga diskon, ataupun melakukan kegiatan tawar-menawar agar mendapatkan harga yang cocok.
- Transaction buyer


0 komentar:
Posting Komentar