Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan - Reportase 7

PRICING

Jakarta, Rabu- 11 Mei 2001. Pada pertemuan keenam perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan kali ini, dosen kami Pak Amril Muhammad, SE., M.Pd  membahas mengenai harga atau Pricing, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan harga atau penetapan suatu harga terhadap produk barang ataupun jasa.
Pengertian pricing itu sendiri adalah sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh suatu produk baik itu barang atau jasa, ataupun dapat dikatakan juga sebagai sejumlah nilai yang digunakan untuk memperoleh manfaat dari pemilikan atau penggunaan jasa.
Terdapat dua faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan harga, yaitu:
1.      Internal factor (faktor internal)
Faktor internal adalah faktor-faktor yang terdapat di dalam organisasi atau lembaga yang bersangkutan. Beberapa faktor internal diantaranya:
  1. Cost atau harga pokok.
         Harga pokok ditentukan dari:


         BB + TKL + OH + Laba             keterangan:
                                                                                       BB = Bahan Baku
                                                                                       TKL=Tenaga Kerja Langsung
                                                                                       OH = Over Head
     

      b. Marketing mix strategy

Marketing mix strategy yaitu suatu produk walaupun merknya sama, namun ketika dijual di tempat yang berbeda maka harganya pun akan berpengaruh, bisa jadi harga tersebut menjadi lebih murah ataupun sebaliknya. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek seperti harga, tempat, promosi, dll.
  1. Marketing objectivities (tujuan pemasaran)
Marketing objectivities yaitu menentukan apakah tujuan dari pemasaran dan penetapan harga yang akan dilakukan oleh suatu lembaga terhadap konsumennnya.
  1. Organizational consederation (pertimbangan organisasi)
Organizational consederation yaitu pertimbangan-pertimbangan di dalam organisasi yang berkaitan dengan SDM, produk (kemasan, outlet) coverage (jangkauan), dll.

2.      Eksternal factor (faktor eksternal)
Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang terdapat di luar organisasi yang bersangkutan. Beberapa faktor eksternal diantaranya:
  1. Market, terdiri dari:
-          Pure competition, merupakan kompetisi yang terjadi dengan produk lain namun secara fair atau sehat.
-          Monopoli, dimana seluruh hak penuh berada ditangan si produsen atau penjual, karena hanya dia yang memproduksi produk tersebut. Contohnya PLN.
-          Oligarki, dimana terdapat beberapa perusahaan tetapi harga yang ditetapkan mereka tentukan bersama.
  1. Demand, yaitu kekuatan permintaan, dimana hukumnya yaitu “apabila permintaan naik, persediaan tetap, maka harga naik, apabila permintaan menurun, persediaan tetap, maka harga turun”.
  2. Competition atau persaingan yang terjadi dengan produk lain yang memiliki kemiripan yang hampir serupa, contohnya McDonald’s dengan KFC dan A&W, dll.
  3. The other external factor:
-          Politic (politik), misalnya suatu situasi politik yang terjadi disuatu Negara akan mempengaruhi pasar, contohnya situasi politik yang terjadi di Mesir baru-baru ini, sehingga misalnya permintaan suatu barang semakin meningkat atau keterbatasan ketersediaan barang di daerah tersebut, maka harga akan meningkat.
-          Social (sosial), misalnya adanya larangan kepada penjual makanan tertentu karena berkaitan dengan kedaan social di daerah tersebut.
-          Hukum, misalnya di Indonesia ada hukum yang menyebutkan bahwa makanan yang boleh dikonsumsi masyarakat harus berlabelkan halal, oleh karena itu perusahaan makanan atau minuman harus terlebih dahulu melakukan pengujian produk mereka yang selanjutnya baru dapat dipasarkan.
-          Ekonomi, masyarakat biasanya memiliki tingkatan-tingkatan kelas ekonomi tertentu, baik kelas atas, menengah, ataupun bawah. Oleh karena itu terdapat perbedaan harga yang ditetapkan produsen kepada konsumen sesuai segmen mereka jika dilihat dari segi ekonominya.
-          Geografi, dilihat dari letak atau posisi suatu tempat. Biasanya semakin sulit tempat untuk dijangkau, maka harga yang ditetapkan semakin mahal, begitu pula sebaliknya.

Ada tiga pendekatan dalam menentukan harga
1.      Pricing approach:
  1. Cost based pricing, dilihat dari harga pokok + laba, dimana semakin banyak barang yang diproduksi maka harga akan semakin murah.
  2. Value based pricing, dilihat dari segmen konsumennya yang dibagi menjadi kelompok – kelompok tertentu.
  3. Competition based pricing, dilihat dari competitor yang ada untuk dijadikan dasar dalam menentukan harga.
2.      Price adjustment strategies:
a.      Discount dan allowance, yaitu memberikan potongan harga serta pemberian harga dengan cara menukar tambah barang tersebut.
b.      Segmented pricing
c.       Psychological pricing, menetapkan harga yang secara psikologis orang lebih murah. Contoh Rp 4.999,-  dengan harga Rp 5.020,- dimana sebagian besar orang akan lebih memilih barang dengan harga Rp 4.999,- disbanding Rp 5.020,- karena beranggapan lebih murah.
d.      Reference pricing,  adanya referensi harga dari orang lain sebelumnya.
e.      Promotional price, karena adanya promosi maka diadakan potongan harga.
f.        Geographic price, harga yang berbeda-beda karena adanya lokasi penjualan yang berbeda.
g.      International price

0 komentar:

Posting Komentar