PLACE
Jakarta, Jumat 13 Mei 2011. Pada pertemuan ketujuh perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan kali ini, dosen kami Pak Amril Muhammad, SE., M.Pd membahas mengenai penempatan atau Place, yaitu membicarakan mengenai bagaimana mendistribusikan suatu product baik barang ataupun jasa kepada para konsumen.
Caranya:
1. Langsung: dimana si produsen menjual produknya secara langsung kepada para konsumen. Contohnya menjual produk di toko atau outlet milik pribadi, sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu menyebarkan informasi mengenai lembaga pendidikan melalui brosur, dll.
2. Intermediatery: dimana si produsen menjual produknya kepada para konsumen dengan melalui agen,ataupun dengan melibatkan pihak ketiga, misalnya dengan menumpang menaruh barang disebuah toko yang bukan milik pribadi. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu dengan mempromosikan lembaga pendidikannya melalui agen-agen tertentu.
3. Hybrid: campuran antara milik pribadi dengan menumpang menaruh barang ditempat yang bukan milik pribadi. Contohnya perusahaan nokia yang memiliki toko tersendiri untuk menjual berbagai produknya, namun ia juga menaruh produknya ditempat lain (yang bukan milik nokia)
4. Telemarketing: cara menjual produk yaitu dengan menggunakan jaringan telepon. Contohnya penawaran kartu kredit oleh pihak bank, penawaran asuransi, agen pulsa, dll. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu memberikan pelatihan-pelatihan.
5. MLM (Multi Level Marketing), merupakan salah satu cara menjual produk dengan menggunakan jasa orang lain yang sifatnya berjenjang atau terdapat level-level tertentu.
6. E-commerce, merupakan mempromosikan produk dengan cara menggunakan media online yaitu membuat website tersendiri, contohnya kaskus. sedangkan contoh di bidang pendidikan yaitu mempromosikan melalui website pribadi.
Pada prinsipnya itu semua para produsen lakukan agar dapat mendekati para pelanggannya, agar mereka mau membeli produk yang mereka tawarkan.
Alasan mengapa tidak menjual barang pribadi/ harus melalui orang lain:
1. Efisiensi biaya
2. Agar perusahaan atau produsen bisa fokus dengan satu kegiatan saja, mislanya perusahaan atau produsen hanya fokus dalam memproduksi barang saja.
3. Mempertimbangkan kualitas, karena kualitas suatu produk akan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan atau konsumen.
4. Mempertimbangkan SDM, karena semakin banyak SDM yang dimikili maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk membayar gaji atau upah mereka
5. Pergudangan, agar stock barang yang tersedia tidak terlalu menumpuk di dalam gudang, yang nanti dikhawatirkan dapat merusak kondisi barang tersebut.
MARKETING PROMOTION AND COMMUNICATION
Pada dasarnya orang-orang atau para konsumen perlu diinformasikan mengenai produk-produk yang dipasarkan oleh para produsen.
Ada 4 macam cara produsen dalam mempromosikan dan mengkomunikasikan produk mereka kepada konsumen, yaitu:
1. Advertising, merupakan suatu cara komunikasi antara informasi yang disampaikan kepada masyarakat (konsumen) dengan orang yang menyampaikan (produsen produk) tidak secara langsung bertemu, namun informasinya dapat tersampaikan. Contohnya iklan pada spanduk, brosur, iklan tv, koran, dll.
2. Personal selling, merupakan promosi dan penjualan produk yang dilakukan oleh sales secara langsung kepada masyarakat atau konsumennya.
3. Sales promotion, merupakan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan kepada konsumen dengan memberikan bonus atau potongan harga dalam jangka waktu tertentu.
4. Public relation, merupakan proses membangun hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan di mata masyarakat. Public relation juga digunakan untuk mengatasi masalah negative yang mungkin muncul dari masyarakat.
4. Public relation, merupakan proses membangun hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan di mata masyarakat. Public relation juga digunakan untuk mengatasi masalah negative yang mungkin muncul dari masyarakat.


0 komentar:
Posting Komentar